education.art.culture.book&media

Didukung Dana Indonesiana, Desy Rampungkan Riset Gastronomi

Desy Arisandi, penulis produktif Lubuklinggau sedang mempersiapkan kajian kebudayaan tentang tentang kuliner Sumatra Selatan yang akan menyingkap siasat gastronomi di Era Prakemerdekaan di Musi Rawas. 

Kajian yang berfokus pada sayur bening khas Musi ini, sebagaimana dinyatakan Desy, merupakan luaran dari penelitian yang telah ia lakukan secara mandiri sejak 2018. Tahun 2025, sepanjang Januari-Februari menyempurnakannya risetnya dengan wawancara maraton di Musi Rawas, Lubuklinggau, & Muratara. 

Memadukan riset pustaka dan lapangan, kajian ini membuat kita tahu banyak hal—yang selama ini mungkin tak terlalu kita perhatikan. 

Misal, kenapa sayur bening malah dinamakan gulai ampai, lalu bagaimana asal mula ikan salai. Dua hal ini dibahas dengan kacamata sejarah pra kemerdekaan dan tinjauan keresidenan Palembang.

“Saat ini draf sedang disunting,” kata penulis yang juga prosaik produktif itu. “Semoga hasil penelitian ini membawa banyak manfaat. Terima kasih Kementerian Kebudayaan yang telah mendukung penuh jalannya riset dan kajian ini,” pungkas guru Bahasa Indonesia di SMP L Sidoarjo Musi Rawas itu.(*)

Comments
Loading...