Rindu di Batas Senja
Rindu di Batas Senja Setiap hari aku rindu Aku selalu ingin bicara denganmu Mungkin ini tentang rindu yang ada dalam genggamanku Rindu yang hanya bisa ku genggam Selaksa do’a selalu ku panjatkan Disaat matahari tengge...
Rindu di Batas Senja Setiap hari aku rindu Aku selalu ingin bicara denganmu Mungkin ini tentang rindu yang ada dalam genggamanku Rindu yang hanya bisa ku genggam Selaksa do’a selalu ku panjatkan Disaat matahari tenggelam Aku selalu berharap datangnya senyummu bersamaan dengan datangnya senja Jangan salahkan aku yang selalu memikirkanmu Temuilah aku diseperempat gelapnya senja Di Balik Keindahan Senja Yang memisahkan antara siang dan malam Momen paling tepat mendapatkan inspirasi Momen dimana menyimpan banyak arti Senja, seakan-akan menyampaikan sebuah pesan Pesan kepada seisi semesta Ketika mata cahaya ini mulai menyurup Bunga-bunga dan dedaunan pun ikut mengucup Naruli seolah memaksa semuah makhluk Memaksa untuk tunduk kepada sang maha pencipta Betapa bersahaja sebuah senja Begitu terang dan anggun Ketika ia hadir Seisi alam jatuh dalam diam, hening, tanpa suara Kehadirannya Kerap melahirkan kenangan, senyum, rindu, sekalipun air mata Dengan angin yang hanya sekedar berhembus Yang seolah melengkapai ketenangan hati ini Seolah-olah lelah seketika terbayarkan Semangatku kembali setelah kulihat indahnya senja Wujudnya seakan tidak ada habisnya Selalu bisa menarik perhatian orang-orang Waktu yang paling indah dan juga romantis Untuk bercengkrama dan berbagi cerita Dan ditemani dia yang begitu spesial di hati. Senja Itu Setia Dia adalah bagian waktu setengah gelap dibumi Dia selalu menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu Seolah selalu bisa membuat orang menjadi romantis Bahkan mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya Kedatangannya yang menenggelamkan matahari Bahkan dia selalu bisa menghipnotis setiap insan Dia tak perlu berjanji untuk kembali Dia Cuma butuh waktu untuk menepati Karena dia tahu, Meninggalkan bukan berarti mengusaikan segala harapan Tapi meninggalkan hanya untuk menguji kesabaran Lain dengan engkau yang hadir secara tiba-tiba Lalu pergi tanpa pamitann
Senja Itu Gelap
Aku melihat senja yang tak menampakkan kebahagian Padahal aku ingin senja menghibur soreku Tapi kali ini senja ikut terpuruk dalam kesedihan Kali ini senja mengecewakan semuah orang Bahkan kali ini senja pergi dengan sangat cepat Sungguh cepat warna jingga itu berganti gelap Dimana warna jingga cerah yang menghiasi langit kini sudah tak terlihat Kini hanya awan hitam yang kulihat Kicauan burung yang semakin lirih hingga menjadi sunyi Siapa yang berani menyakiti senjaku? Saksi Senja diatap langit mengerling mesra Menyatakan kerinduan kepada malam Ranting dan dedaunan melambai-lambai Seakan memanggilku segera menuju keheningan Keheninganlah yang mempertemukanku dengan prihal yang hari ini telah ku lakukan Diam-diam apa yang sanggup aku kusembunyikan kepada malam Senja diatap langit masihkah akan mengerling mesra Setiap hari menjelang malam senja selalu mempertemukan saya dengan seluruh kesaksian Aku tak mampu berpaling semuah arah seolah menampakkan cemas wajahku