Majalah sastra, pendidikan & kebudayaanMinggu, 18 Oktober 2026
Bennyinstitute Classes

Senja Akan Kembali

Senja Akan Kembali Oleh Huda Kurniawan Hangat sinar sang surya di sore hari Menikmati secangkir kopi Seraya terasa sejuk  hembusan angin yang tipis Melihat sinar jingga yang di belai lembut nya langit   Sambil sedikit berbincang dengan sepi...

Benny Institute17 Oktober 20207 pembaca
Senja Akan Kembali Oleh Huda Kurniawan Hangat sinar sang surya di sore hari Menikmati secangkir kopi Seraya terasa sejuk  hembusan angin yang tipis Melihat sinar jingga yang di belai lembut nya langit   Sambil sedikit berbincang dengan sepi Tak kala orang-orang yang telah lelah menjalani hari Ketika semua bisikan sang alam yang mulai sepi Terasa nikmat sekali pemberian sang ilahhi   Sang surya pun pergi meninggalkan sepi Tak lagi terlihat memberikan arti Sang bulan pun siap datang mengganti Ketika langit menjadi sunyi Muncul juga sang bintang yang menerangi   Tapi aku yakin untuk esok hari Semua masih akan bisa menikmati Anugrah Tuhan yang indah nan tak tertandingi ini Tak sabar daku menanti Kurindu Senja Oleh Huda Kurniawan   Semua ini tentang waktu Dikala sore meminum kopi yang hangat Menghabiskan waktu dengan menatap mu Warna mu begitu mempesona Mataku tertuju pada keindahanmu   Tak ada yang bisa mengalahkan pesona mu Senja kau tidak pernah berjanji selalu indah,tetapi Senja berjanji akan datang untuk selalu membawa,Kebahagiaan Perginya selalu untuk kembali   Senja hadirmu punya arti untuk ku Senaja jinggamu memberikan kesan kepada langit Pergi mu selalu seenaknya tak kala kunikmati indahmu Kembali mu juga semau mu di kala ku tak menikmati mu   Walaupun kau tak pernah singgah sampai fajar Kehadiranmu selalu ku tunggu Mengapa begitu Ya kau memang pantas tuk ku tunggu Karena memang kau yang layak ku nanti Sekali pun kau datang untuk pergi     Sayang nya kini gerangan sulit untuk di temui Kau memilih sebunyi di balik awan putih Kau tak terlihat ketika langit menangis Ku merindukan mu di bulan ini     Aku di antara senja Oleh Huda Kurniawan Di kala Surya mentari mulai pergi. Aku merasakan Nyaman yang tak kasat mata.. Diri yang mulai perlahan-lahan merasakan daun pohon yang beradu dengan angin.. Diri yang semakin terbuai akannya kemewahan dari sang pencipta... Sungguh aku kagum..   Akan Pencipta semesta... Sungguh aku terpana Akan Konspirasi Bumi dan langit.. Dan sungguh aku mengakui bahwa Tak ada Yang perlu di dustakan dari nikmat ini